disebut pernyataan atau proposisi (prepotitio).
1. Kalimat Pernyataan
Kalimat
pernyataan atau disingkat dengan pernyataan tidak sama dengan kalimat biasa,
sebab dalam kalimat biasa sering dipilih kata-kata yang pantas, yang mudah,
kiasan atau ungkapan yang kabur, dan kadang-kadang dipakai kata-kata yang bermakna
ganda. Sebaliknya dalam pernyataan tidaklah demikian, tetapi kalimatnya
haruslah lengkap, tidak kabur dan jelas. Suatu ciri logis dalam pelajaran
matematika, bahwa yang dimaksudkan dengan pernyataan yaitu suatu kalimat yang
hanya benar saja atau salah saja, tidak dua-duanya pada saat yang sama, artinya
tidak sekaligus benar dan salah. Sedangkan kalimat yang benar tidak, salahpun
tidak adalah bukan pernyataan. Untuk lebih jelasnya kita perhatikan tiga
kelompok contoh berikut ini.
Contoh 1 (Pernyataan yang benar) :
a. Jakarta
adalah ibu kota negara Republik Indonesia
b. Jika
x = 4, maka 2x = 8
c. Himpunan
kosong merupakan himpunan bagian dari setiap himpunan.
Contoh 2
(Pernyataan yang salah) :
a. Udara
adalah benda padat
b. x – y = y – x; x y 2
c. Setiap
bilangan prima adalah ganjil
Contoh 3 (Bukan pernyataan) :
a. x
+ 7 = 0
b. x2
+ 2x – 15 = 0
c. a + b > 9
2.
Pernyataan Tunggal dan Pernyataan
Majemuk
Pernyataan tunggal atau pernyataan
sederhana ialah pernyataan yang tidak memuat pernyataan lain sebagai bagiannya.
Pernyataan majemuk itu bisa merupakan kalimat baru yang diperoleh dari
penggabungan bermacam-macam pernyataan tunggal.
Contoh : Pernyataan
“19 adalah bilangan prima” dapat dilambangkan dengan huruf “p” saja.
Dua
pernyataan tunggal atau lebih dapat kita gabungkan menjadi sebuah kalimat baru
yang merupakan pernyaan majemuk. Sedangkan tiap pernyataan bagian dari
pernyataan majemuk itu disebut kompnen-komponen pernyataan majemuk.
Komponen-komponen dari pernyataan majemuk itu tidak selamanya harus pernyataan
tunggal, tetapi mungkin saja berupa pernyataan majemuk. Namun yang perlu untuk
kita adalah bagaimana mengusahakan cara menggabungkan pernyataan-pernyataan
tunggal menjadi pernyataan majemuk.
Adapun operasi-perasi yang dapat membentuk
pernyataan majemuk yang kita kenal adalah :
1. Negasi
atau ingkaran atau sangkalan, dengan kata penyangkalan “tidaklah benar”. Contoh
: Tidaklah benar bahwa 15 adalah bilangan prima
2. Konjungsi,
dengan kata perangkai “dan”. Contoh : Bunga mawar berwarna merah dan bungan
melati berwarna putih
3. Disjungsi
dengan kata perangkai “atau”. Contoh : Cuaca cerah atau udara panas
4. Implikasi
atau kondisional, dengan kata perangkai “jika … maka …”. Contoh : Jika x > 0 maka = x
5. Biimplikasi
atau bikondisional, dengan kata perangkai “ … jika dan hanya jika. Contoh : Suatu
segitiga adalah sama sisi jika dan hanya jika ketiga sudutnya sama.
3. Nilai
Kebenaran Pernyataan
Seperti Anda ketahui, bahwa suatu pernyataan
hanyalah bisa benar saja atau salah saja. Kebenaran atau kesalahan dari suatu
pernyataan disebut nilai kebenaran dari pernyataan itu. Untuk pernyataan yang
mempunyai nilai benar diberi tanda B (singkatan dari benar) sedangkan kepada
pernyataan yang bernilai salah diberikan nilai kebenaran S (singkatan dari
salah). Dalam modul ini ucapan nilai kebenaran dilambangkan dengan “”
(huruf Yunani tau = 300). Nilai kebenaran dari suatu pernyataan p ditulis (p) ,
dan jika pernyataan p itu adalah benar maka (p) = B, sedangkan jika pernyataan
p itu salah maka (p) = S.
Contoh
Jika p : “5 adalah bilangan genap”, maka (p) = S. b.
Jika q : “5<9, maka (q) =B.</span>
0 komentar:
Posting Komentar
Jangan Mengandung Unsur Sara, okey ;)